Pemkot Bandung Perkuat Pelatihan, Magang hingga Penempatan Kerja ke Jepang Tekan Angka Pengangguran
Bandung - Rabu, 15 Juli 2026

Foto : santi
khatulistiwajabar.com – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai upaya menekan angka pengangguran yang masih berada di atas tujuh persen.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, strategi yang dilakukan difokuskan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Menurut Yayan, pelatihan yang diberikan saat ini berbeda dengan sebelumnya karena seluruh materi disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan sehingga peserta memiliki peluang lebih besar untuk diterima bekerja.
"Pelatihannya harus presisi sesuai kebutuhan industri. Jangan sampai pelatihannya berbeda dengan kebutuhan perusahaan. Karena itu kami fokus pada pelatihan berbasis kompetensi yang dilengkapi sertifikasi BNSP," katanya.
Selain pelatihan, Disnaker juga memperluas program padat karya sebagai salah satu solusi menghadapi meningkatnya potensi PHK sekaligus membantu mendukung pembangunan dan penataan lingkungan di Kota Bandung.
Program magang bersubsidi juga terus diperluas melalui kerja sama dengan industri perhotelan, restoran, dan kafe. Selama mengikuti magang, peserta memperoleh bantuan transportasi, konsumsi, serta pengalaman kerja selama dua hingga tiga bulan.
Yayan menjelaskan, program tersebut terbukti memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Dunia usaha memperoleh tambahan tenaga kerja, sedangkan peserta memiliki pengalaman kerja yang menjadi modal penting saat memasuki dunia kerja.
Tidak hanya membuka peluang kerja di dalam negeri, Pemerintah Kota Bandung juga terus mendorong penempatan tenaga kerja ke luar negeri, terutama ke Jepang yang saat ini membutuhkan banyak pekerja pada sektor caregiver, manufaktur, dan perhotelan.
Untuk mendukung program tersebut, Disnaker menggandeng sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Pemerintah juga memberikan subsidi pelatihan bahasa Jepang sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta bagi peserta yang telah dinyatakan siap diberangkatkan.
Dalam waktu dekat, sekitar 50 calon tenaga kerja asal Kota Bandung dijadwalkan berangkat ke Jepang. Pemerintah berharap para peserta tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga membawa pulang keterampilan, kemampuan bahasa asing, dan budaya kerja yang dapat diterapkan di Indonesia.
Selain itu, Disnaker juga tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB) untuk membuka kesempatan bagi mahasiswa bekerja di Jepang sambil melanjutkan pendidikan. Program tersebut diharapkan menjadi alternatif baru dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja muda sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi warga Kota Bandung.
Penulis/Pewarta: surya
Editor: surya
©KHATULISTIWA JABAR 2026