Asep Robin Gerakkan Buruan Sae, Wujudkan Kemandirian Pangan Warga Karang Pamulang
Bandung - Sabtu, 19 September 2026

Foto : santi
BANDUNG — Ketika beton-beton perkotaan kian gencar merenggut hamparan hijau, setitik cahaya kehidupan terpancar dari sudut Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati. Di bawah keteduhan sang surya, masyarakat berkumpul bukan sekadar untuk bertukar kata, melainkan menanam mimpi tentang kemandirian pangan. Melalui agenda reses DPRD Kota Bandung tahun 2025–2026, Anggota DPRD Dapil 3, Asep Robin, S.H., M.H., hadir merajut sinergi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung guna memperkuat program Buruan Sae sebuah analogi keindahan taman berkebun di pekarangan sendiri, Sabtu (19/9/2026).
Bagi Karang Pamulang, Buruan Sae bukan sekadar deretan pot tanaman obat, sayur mayur, atau benih ikan yang dibagikan. Ia adalah manifestasi puisi kehidupan yang diajarkan oleh alam: sebuah metafora tentang bagaimana benih kecil keberanian dapat tumbuh menjadi benteng ketahanan pangan di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi. Di tanah perkotaan yang serba terbatas ini, pelatihan berkebun hadir layaknya hujan gerimis di musim kemarau, menyegarkan kembali
kesadaran warga bahwa bumi senantiasa memberi kehidupan bagi mereka yang sudi merawatnya dengan kasih dan kesabaran.
Melalui pengalokasian anggaran reses periode 2025–2026 yang ditujukan secara tepat sasaran di daerah pemilihan (Dapil) 3 meliputi wilayah kecamatan ; Arcamanik, Antapani, Cibiru, Ujung Berung dan Mandalajati, Asep Robin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kerja nyata. Dukungan anggaran dan bantuan teknis ini disalurkan langsung menjadi sarana pelatihan, penyediaan bibit berkualitas, hingga pendampingan berkelanjutan dari DKPP Kota Bandung. Laksana seorang petani yang telaten memelihara ladangnya, peran legislator diuji dari sejauh mana aspirasi warga mampu disiram hingga bertunas menjadi kesejahteraan yang merata.
Masyarakat Karang Pamulang menyambut hangat kolaborasi strategis ini dengan antusiasme yang membuncah. Pelatihan yang digelar mengajarkan teknik bercocok tanam urban (urban farming) yang efisien, ramah lingkungan, serta memanfaatkan lahan sempit secara optimal. Sinergi antara wakil rakyat dan dinas terkait ini memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak melulu soal megahnya gedung dan mulusnya jalanan, melainkan juga tentang bagaimana perut warga terisi dari hasil keringat dan tanahnya sendiri secara mandiri dan bermartabat.
Senja yang merayap di Karang Pamulang meninggalkan jejak janji dan harapan baru yang terpatri manis di dada warga. Dari segenggam tanah dan sebulir benih yang ditanam hari ini, terurai puitisasi perjuangan urban yang takkan padam. Kolaborasi Asep Robin, DKPP Kota Bandung, dan warga Karang Pamulang adalah simfoni indah tentang bagaimana aspirasi, anggaran reses, serta kepedulian dapat berpadu harmonis, menjelma hijau daun yang menyejukkan masa depan Kota Bandung. (Media/ SAR)***
Penulis/Pewarta: surya
Editor: surya
©KHATULISTIWA JABAR 2026