Kolaborasi Jadi Kunci, TP Posyandu dan Pemkot Bandung Optimistis Wujudkan Zero New Stunting

Foto : santi
khatulistiwajabar.com – Pencegahan stunting menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui peluncuran program Bandung Utama Goes to Zero New Stunting, berbagai unsur pemerintah dan masyarakat didorong bekerja bersama menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Ketua TP Posyandu Kota Bandung, Aryatri Benarto Farhan mengatakan, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja putri, masa kehamilan, hingga anak memasuki usia balita. Menurutnya, pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika stunting sudah terjadi.
Aryatri menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas seseorang ketika dewasa.
Karena itu, menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi faktor yang sangat penting dalam mencegah stunting. Peran tersebut perlu diperkuat melalui dukungan kader Posyandu, tenaga kesehatan, PKK, Karang Taruna, hingga pemerintah kewilayahan.
Ia menyebutkan, saat ini Kota Bandung memiliki 2.004 Posyandu dan sebanyak 2.003 di antaranya aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ribuan Posyandu tersebut didukung sekitar 14.797 kader yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat kewilayahan.
Aryatri mengatakan, Posyandu kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 sehingga cakupan pelayanannya semakin luas.
Menurutnya, program Bandung Utama Goes to Zero New Stunting menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan berbagai program penanganan stunting yang selama ini berjalan secara terpisah agar menjadi satu sistem pendampingan yang lebih efektif.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam menjelaskan bahwa seluruh proses penanganan stunting akan berbasis data hingga tingkat kelurahan. Setiap bulan puskesmas akan melaporkan kondisi balita dan ibu hamil berisiko stunting kepada pemerintah kewilayahan melalui sistem by name by address.
Selain pemberian makanan tambahan, perkembangan setiap balita akan dipantau secara berkala. Apabila kondisi belum mengalami perbaikan, kasus tersebut akan dibahas dalam lokakarya mini tingkat kecamatan untuk menentukan langkah intervensi lanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Posyandu, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Bandung optimistis mampu mewujudkan Zero New Stunting dan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, serta berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis/Pewarta: surya
Editor: surya
©2026 KHATULISTIWA JABAR